Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah. Banyak orang tua bertanya-tanya, apakah sunat di bulan puasa boleh dilakukan? Apakah puasanya batal? Dan apakah aman untuk anak? Jawabannya: BOLEH, dan bahkan aman jika dilakukan dengan metode dan penanganan yang tepat. Yuk, kita bahas secara lengkap

Tidak.
Sunat tidak membatalkan puasa, karena proses sunat tidak termasuk hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, atau memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh secara sengaja.
Hal ini juga sejalan dengan pendapat para ulama, bahwa tindakan medis seperti sunat diperbolehkan saat puasa, selama tidak ada asupan makanan atau minuman melalui mulut.
Banyak orang tua khawatir soal obat bius.
Tenang, bius lokal yang digunakan saat sunat:
Tidak masuk melalui mulut
Tidak mengandung nutrisi
Tidak membatalkan puasa
Sehingga puasa tetap sah.
Aman, dengan catatan:
Anak dalam kondisi sehat
Metode sunat minim nyeri dan perdarahan
Ditangani oleh tenaga medis profesional
Bahkan, beberapa orang tua memilih sunat saat puasa karena:
Anak lebih tenang
Aktivitas fisik lebih sedikit
Waktu istirahat lebih banyak
Agar anak tetap nyaman, berikut waktu yang disarankan:
Anak masih segar
Energi masih penuh
Proses pemulihan bisa berjalan optimal
Anak bisa langsung makan dan minum setelah tindakan
Mengurangi rasa lemas pasca sunat
Lebih Tenang aktivitas anak lebih ringan
Cepat Adaptasi fokus ibadah & istirahat
Nilai Ibadah menjadi momen pembelajaran dan keberanian
Libur Sekolah biasanya bertepatan dengan libur Ramadan
Pastikan sahur dengan gizi seimbang
Perbanyak minum air saat berbuka & sahur
Hindari aktivitas berat
Ikuti semua instruksi perawatan dari dokter
Sunat di bulan puasa BOLEH, AMAN, dan tidak membatalkan puasa.
Dengan metode sunat modern dan penanganan yang tepat, anak tetap nyaman menjalani puasa sekaligus proses sunat.
Jika orang tua masih ragu, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan Sunat Zulta agar mendapatkan waktu dan metode terbaik sesuai kondisi anak.